Rabu, 28 November 2018

7 Desain Media Pembelajaran Untuk Anak Disleksia Usia Sekolah Dasar (Mini Book, Poster, Buku Berjenjang, Word Wall, Pop Up, Akrostik, Big Book)

1. Mini Book

Mini book adalah buku kecil atau buku mini yang terdiri dari beberapa fakta menarik untuk topik bahaan tertentu. Mini book merupakan salah satu media menulis bagi siswa. Siswa kelas awal senang berbicara mengenai dirinya, topik yang mereka perbincangkan beragam, mulai ari hal yang mereka suka sampai yang tidak mereka sukai. Hal itu dapat dituangkan ke media menulis yaitu mini book. Mini book juga dapat disandingkan dengan big book jadi setelah membaca big book bersama-sama siswa dapat membuat mini book terkait topik yang sama dengan big book.

-  Cara membuat mini book

   . siswa dapat menggambar sendiri gambar yang ingin digambarnya langsung pada halaman mini

     book lalu diwarnai atau jika gambar disediakan oleh guru siswa memilih gambar yang disukai lalu

     gambar tersebut digunting dan ditempel serta diberi tulisan dibawahnya.

   . bantu siswa menyempurnakan gambarnya dengan memberi pertanyaan yang berhubungan dengan

     topik yag digambar. Lalu minta siswa untuk menuliskan pendapat mengenai topik yang dibahas

     melalui tulisan yang sesuai dengan gambar.
  . disini untuk menyelesaikan kalimat guru diperbolehkan untuk membantu siswa.







2. Poster

Poster adalah media publikasi yang terdiri atas tulisan, gambar ataupun kombinasi antar keduanya dengan tujuan memberikan informasi kepada khalayak ramai. Umunya poster dipasang di tempat-tempat yang ramai dan strategis seperti sekolah, pasar, kantor, mall, puskesmas, dan lain-lain. Sifat informasi yang di sampaikan dalam poster umumnya bersifat mengajak.

Langkah-langkah membuat poster adalah sebagai berikut.
  • Tentukan jenis poster yang akan di buat.
  • Pilihlah kata-kata yang tepat dan unik untuk di susun menjadi suatu kalimat.
  • Susunlah kata-kata tersebut menjadi kalimat poster.
  • Lengkapi kalimat tersebut dengan gambar menarik dan warna yang mencolok.



3. Buku Berjenjang

Buku bacaan berjenjang itu sebagai salah satu metode pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam membaca dan cocok untuk anak disleksia. Program Membaca Terbimbing adalah kegiatan membaca dalam kelompok kecil yang berfokus secara khusus pada pemahaman, kosa kata, dan pengembangan keterampilan membaca. 

Guru akan memberikan instruksi membaca dalam kelompok kecil dengan menggunakan buku bacaan berjenjang. Siswa akan belajar keterampilan yang dibutuhkan untuk mengembangkan kemampuan membaca mandiri. Guru juga akan mengajarkan bagaimana menghubungkan membaca dan menulis melalui kegiatan tindak lanjut serta melakukan penilaian membaca untuk menentukan tingkat membaca siswa.








4. Word Wall

Wordwall yaitu media untuk menempelkan kartu berisi kata-kata yang diurutkan berdasarkan huruf awal dari kata tersebut. Fungsi dari wordwall tesebut yaitu menambahakan kosa kata pada anak, dapat melatih anak membuat kalimat sederhana, dapat memotivasi anak agar mau belajar membaca.


Desain Wordwall yang saya buat yaitu seperti gambar berikut.
  • Jika di aplikasikan pada dinding langsung dan menambahkan kreatifitas dapat terlihat semakin menarik dengan motif warna-warni. 
  • Cara pemakaian yaitu menempelkan kartu berisi kata-kata dan mengurutkan berdasarkan huruf awal pada kata tersebut. Menempelnya tidak boleh smbarangan jadi harus dissuaikan dengan garis yang lurus dengan hurruf awal.



5. Pop Up Book

Pop-up adalah sebuah kartu atau buku yang ketika dibuka bisa menampilkan bentuk 3 dimensi atau timbul. cara membuat pop up book adalah sebagai berikut :
Alat dan bahan :
1. kertas 
2. gunting / katter
3. lem kertas
4. kesabaran

kertas jangan terlalu tipis ya soalnya buat memberikan hasil pop-up yang bagus ketika dibuka dan ditutup, (min: 90gsm)
kemudian asah gunting atau katter, dan pemanasan tangan terlebih dahulu takut ke seleo wkwk..
nah, kalo semua perlengkapan sudah pada hadir dan siap, sekarang tinggal pilih pop-up mana yang ingin di buat.
di sini saya berikan step-step membuat pop-up dari pop-up basic, monster, dan love Dll. 







6. Akrostik

Kata akrostik berasal dari bahasa Prancis acrostiche dan Yunani akrostichis.
A
krotik: kata benda, yang artinya sebuah sajak (kata lain dari puisi, yang huruf awal baris-barisnya menyusun sebuah atau beberapa kata, apabila dibaca secara vertikal (dari atas ke bawah).
Pola rima dan jumlah larik dapat bervariasi, karena puisi akrostik lebih dari puisi deskripsi yang menjelaskan kata yang dibentuk.

Yang paling penting dalam membuat Puisi Akrostik adalah : mengait-ngaitkan huruf awal dengan gagasan yang akan kita kemukakan. Puisi ini bisa kita gunakan sebagai latihan menulis puisi sambil belajar memilih diksi yang tepat untuk menyampaikan pesan.






7. Big Book

Big book adalah media pembelajaran berupa buku besar yang di dalamnya terdapat gambar dan tulisan yang saling berkaitan. Gambar dan tulisan harus menarik agar siswa lebih tertarik dengan media pembelajaran big book.

Langkah-langkah membuat big book :

a. Menyiapkan kertas berukuran A3 sebanyak 8-10 halaman, spidol warna, lem dan kertas HVS.
b. Menentukan topik cerita. 
c. Mengemabngkan topik cerita menjadi cerita utuh sesuai dengan jenjang kelas. 
d. Menuliskan kalimat singkat di atas kertas HVS dengan cara:
    1. kertas HVS dipotong menjadi empat bagian memanjang, 
    2. tulis menggunakan spidol besar setiap kalimat dengan ukuran yang sama di atas kertas berukuran            ¼ kertas HVS, 
    3. tulis dengan kalimat alfabetis sesuai kaidah yangtepat. 
        Tempelkan setiap kalimat tersebut dihalaman sesuai dengan rencana.
e. Menyiapkan gambar ilustrasi untuk setiap halaman sesuai dengan isi cerita. Gambar ilustrasi dapat diambil dari sumber.








Itulah 7 desain pembelajaran untuk anak disleksia yang Saya buat, semoga bermanfaat bagi pembaca. ganbatte ^^



Tidak ada komentar:

Posting Komentar